Assallamu,allaikum wr wb, calon pemilik rumah yang di muliakan, semoga tidak lama lagi Anda akan segera memilikinya. Amiiin. Saya ikut bantu do,akan.

Apabila Anda berniat membeli rumah dengan cara KPR, setidaknya  ada 3 jenis  KPR yang harus Anda ketahui sebelum memutuskan untuk membeli rumah.

Semenjak berkembangnya system KPR Syariah ( KPR yang menggunakan konsep syariah dengan cara mencicil langsung ke developer ), sedang naik daun di masyarakat, sehingga saat ini masyarakat memiliki kemudahan untuk memiliki rumah impian.

Mengapa KPR Syariah bisa cepat naik daun di kalangan masyarakat luas, karena memberikan banyak kemudahan dan keuntungan kalau dibandingkan  dengan 2 pilihan KPR lainnya yang ada di Indonesia yaitu KPR Bank Syariah dan KPR Bank Konvensional.

Tapi sebagaimana yang saya singgung di awal artikel ini, bahwa setidaknya ada 3 perbedaan KPR yang wajib Anda ketahui sebelum memutuskan untuk membeli rumah. Yaitu KPR Syariah, KPR Bank Syariah, dan KPR Bank Konvensional.

Nah, Insya Allah pada kesempatan kali ini, saya akan memberikan penjelasan perbedaan diantara ke 3 KPR tersebut, dengan materi yang saya ambil  dari isi ceramah  Ustad Fahan Alwayni. Menurut beliau setidaknya ada 7 hal dasar yang menjadi pembeda antara ke 3 KPR tersebut.

Pihak Yang Bertransaksi

🔘 KPR Syariah: 2 Pihak yaitu antara pembeli dan developer
🔘 KPR Bank Syariah: 3 Pihak yaitu antara pembeli, developer dan bank
🔘 KPR Bank Konvensional: 3 Pihak yaitu antara pembeli, developer dan bank

Oleh karena itu kita harus cermati apakah KPR Bank baik menggunakan KPR Bank  Konvensional atapun KPR Bank Syariah itu terjadi transaksi jual beli atau hanya merupakaan pendanaan dari bank saja. Apabila memang terjadi transaksi jual beli maka KPR tersebut halal, namun sebaliknya apabila hanya pendaan bank saja maka KPR tersebut haram

Barang Yang Dijaminkan

🔘 KPR Syariah: Rumah yang diperjualbelikan / kredit tidak dijadikan jaminan
🔘 KPR Bank Syariah: Rumah yang diperjualbelikan/kredit dijadikan jaminan
🔘 KPR Bank Konvensional: Rumah yang diperjualbelikan/kredit dijadikan jaminan

Mengenai hal ini, ada ikhtilaf ulama mengenai apakah barang  yang sudah di perjual belikan boleh dijadikan jaminan atau dilarang. Dalam hal ini, KPR Syariah memberi pendapat bahwa rumah yang sudah diperjual belikan / kredit dilarang dijadikan jaminan.

Sistem Denda Keterlambatan

🔘 KPR Syariah: Tidak ada denda keterlambatan
🔘 KPR Bank Syariah: Ada denda keterlambatan
🔘 KPR Bank Konvensional: Ada denda keterlambatan

Dalam KPR Syariah, tidak boleh adanya system denda pada saat terjadi keterlambatan cicilan karena hal itu termasuk riba. Dalam jual beli kredit maka sejatinya adalah hutang piutang, jadi pada saat harga sudah di akadkan maka dalam hal ini tidak boleh sedikitpun ada kelebihan baik yang dinamakan denda, administrasi maupun infaq. Karena hal ini termasuk dalam mengambil manfaat dalam hutang piutang yaitu riba.

Sistem Sita Jika Tidak Mampu Melanjutkan Pembayaran

🔘 KPR Syariah: Tidak ada sita
🔘 KPR Bank Syariah: Tidak ada sita
🔘 KPR Bank Konvensional: Ada sita

Dalam KPR Syariah tidak boleh melakukan sita apabila pembeli tidak mampu lagi mencicil. Karena rumah tersebut sudah sepenuhnya milik pembeli meskipin  dalam masa  kredit. Solusinya adalah pembeli ditawarkan untuk menjual rumahnya baik lewat pembeli atau dengan bantuan developer.

Sebagai contoh, misalkan sisa hutang masih 100 juta kemudian rumah terjual 300 juta. Maka pembeli membayar sisa hutang yang 100 juta dan nilai 200 juta adalah hak pembeli.

Sistem Pinalty Jika Mempercepat Pelunasan

🔘 KPR Syariah: Tidak ada pinalty
🔘 KPR Bank Syariah: Tidak ada pinalty
🔘 KPR Bank Konvensional: Ada pinalty

Apabila pembeli mempercepat pelunasan misal dari tenor waktu 10 tahun kemudian di tahun 8 sudah lunas maka tidak ada pinalty dalam KPR Syariah karena itu adalah riba. Bahkan ada sistem diskon yang nilainya dikeluarkan saat pelunasan terjadi.

Sistem Asuransi

🔘 KPR Syariah: Tidak ada asuransi
🔘 KPR Bank Syariah: Ada asuransi
🔘 KPR Bank Konvensional: Ada asuransi

Dalam KPR Syariah tidak memakai asuransi apapun karena asuransi adalah haram yang didalamnya ada riba, ghoror, maysir dan lain-lain.

Sistem BI Checking Untuk Menilai Kelayakan Konsumen

🔘 KPR Syariah: Tidak ada BI Checking
🔘 KPR Bank Syariah: Ada BI Checking
🔘 KPR Bank Konvensional: Ada BI Checking

Dalam KPR Syariah tidak ada BI Checking sehingga sangat memberikan kemudahan bagi calon pembeli yang kesulitan jika melalui sistem BI Checking seperti:

  1. Karyawan Kontrak
    Syarat lolos BI Checking secara umum adalah karyawan tetap. Jadi bagi karyawan kontrak akan kesulitan jika ingin membeli rumah lewat KPR bank baik itu Bank Syariah maupun Bank Konvensional.
  2. Pengusaha/pedagang Kecil
    Syarat lainnya yang bisa meloloskan calon buyer dari BI Checking adalah pengusaha yang memiliki izin usaha dan laporan keuangan. Jadi bagi pedagang kecil seperti tukang bakso, somay, sayur, gorengan dan lainnya akan sulit jika ingin membeli rumah lewat bank.
  3. Usia Lanjut
    Calon pembeli yang sudah usia lanjut diatas 50 tahun maka tidak akan bisa membeli rumah lewat bank karena ada batasan usia produktif jika membeli lewat bank.

Itulah penjelasan tentang perbedaan KPR antara KPR Syariah, KPR Bank Syariah dan KPR Bank Konvensional, Insha Allah KPR Syariah dalam transaksinya terhindari dari system ribawi, serta memberikan kemudahan bagi para calon pembeli rumah.

Semoga Allah ‘ Azza wa jalla mempermudah jalan kita untuk membeli rumah tanpa harus berurusan dengan riba. Amiiin Allahuma Amiin

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares