Bagi Anda yang saat ini sedang mencari rumah hunian tempat tinggal, pasti Anda sudah tidak asing dengan sebutan KPR ( Kredit Kepemilikan Rumah ). Bahkan mungkin Anda sudah sering ditawari brosur – brosur perumahan, yang didalamnya terdapat istilah KPR dengan kisaran bunga bank bervariasi.

Istilah KPR sekarang ini sudah sangat popular dikalangan masyarakat, selain karena KPR adalah pilihan alternative yang banyak digunakan kebanyakan orang untuk membeli rumah, bagi mereka yang belum mampu membeli rumah secara cash / tunai.

Makanya tidak heran apabila kita sering melihat dijalan- jalan, banyak sekali bertebaran spanduk yang menawarkan perumahan baru berikut promo besaran bunga KPR yang turut serta didalamnya.

Nah, Tahukah Anda ? Sebenarnya ada beberapa hal yang merugikan bagi Anda selaku nasabah yang menggunakan KPR Secara konvensional ( baca : menggunakan Bank ).

Setidaknya ada 5 Hal yang justru merugikan Anda ketika mengambil KPR secara konvensional.

Berikut adalah 5 hal yang merugikan itu :

Proses BI Checking & Verifikasi Data Yang Sangat Melelahkan dan Ribet 

BI Checking merupakan tahap awal apabila Anda mau mengajukan KPR kepada Bank, tujuannya untuk mengetahui history dari calon nasabah, apakah pernah bermasalah pada saat mengajukan kredit sebelumnya , seperti bermasalah pada cicilan kartu kredit, cicilan kendaraan  bermotor, ataupun cicilan property lainnya. Apabila terdapat history yang negative seperti telat bayar cicilan, apalagi sampai ada history tidak melunasi bayaran cicilannya. Bisa dipastikan pengajuak KPR akan gugur atau ditolak.

Setelah proses BI Checking selesai, maka tahap selanjutnya adalah tahap verifikasi data dan penilaian kelayakan kredit konsumen oleh Bank yang bersangkutan. Biasanya dalam tahap proses ini membutuhkan waktu berminggu – minggu, karena bank akan secara teliti memverifikasi data – data yang sudah ada secara mendalam.

Untuk Anda yang berprofesi sebagai pegawai tetap sebuah perusahaan atau institusi, biasanya hal ini tidak akan menjadi suatu hal yang menyulitkan, karena data – data Anda sudah di sediakan oleh instusi / kantor.

Tapi, bagi Anda yang mempunyai pekerjaan sebagai wiraswasta atau pengusaha, syarat yang diperlukan biasanya sangat berat dan bersifat wajib dipenuhi. Seperti izin – izin usaha lengkap, laporan keuangan yang mendalam, serta aliran kas usaha yang stabil selama beberapa tahun. Apabila gagal memenuhi salah satu dari beberapa criteria tersebut saja, biasanya pengajuan akan di tolak. Alhasil impian Anda untuk memiliki rumah impian musnah sudah.

Denda Keterlambatan Yang Membuat Biaya Semakin Tinggi

Apabila Anda sudah lolos BI Checking dan pengajuan kredit Anda di terima, maka setelah itu pada tahap mencicil, maka tak boleh ada keterlambatan sedikitpun, meskipun itu hanya sehari, dan apabila mengalami keterlambatan maka akan dikenakan denda yang bervariasi besarannya, tergantung kebijakan bank yang bersangkutan. Umumnya, denda dikenakan perhari keterlambatan.

Tentunya hal ini membuat biaya yang dikeluarkan untuk memiliki rumah menjadi semakin tinggi dan tidak bisa di prediksi. Tak ada dispensasi maupun toleransi keterlambatan tersebut, meskipun kondisin keuangan Anda sedang sulit.

Teror Debt Collector Yang Siap Menghantui

Apabila Anda tidak mampu membayar meskipun hanya tinggal beberapa bulan lagi masa cicilan, karena alasan apapun, bersiap – siaplah untuk berhadapan dengan debt collector yang memang disewa oleh bank untuk membuntuti nasabah, supaya nasabah segera membayar.

Debt collector, biasanya diberikan wewenang untuk menggunakan berbagai macam cara supaya nasabah merasa terpojok, tidak nyaman, terancam dan merasa ketakutan, apabila menunda pembayaran. Biasanya debt collector lebih cendrung menggunakan kekerasan.

Bisa saja beberapa dari Anda mempunyai keberanian untuk mengahadapi debt collector, tapi coba bayangkan jika yang menghadapi debt collector adalah anak atau istri Anda, yang biasanya mereka sering berada di rumah. Apakah mereka merasa aman, dan nyaman untuk berada dirumah.

Resiko Sita Apabila Gagal Bayar

Apabila nasabah tidak mampu untuk melanjutkan cicilan dikarena berbagai alasan, bersiap – siaplah Anda dan keluarga untuk  mengosongka  rumah. Karena mau tidak mau rumah harus diserahkan ke pihak Bank.

Yang mana pihak Bank masih mempunyai hak penuh terhadap rumah tersebut selama cicilan belum lunas dan selesai. Kemungkinan rumah akan di sita dan dilelang. Dan besaran nilai lelang pun itu adalah pihak Bank yang menentukan. Nilainya harus lah menutupi kekurangan cicilan nasabah, biasanya nilainya berada jauh di bawah pasaran.

Lalu bagaimana dengan nasib nasabah yang sudah mencicil selama beberapa tahun ? Ya, Anda bisa menebak sendiri, Anda sebagai nasabah sudah mencicilnya beberapa tahun lamanya, mungkin nilainya bisa ratusan juta. Sekarang Anda hanya bisa duduk terpaku pasrah meratapi nasib kehilangan asset rumah, yang ternyata sia – sia membayar cicilan selama ini.

Jarang sekali pihak Bank, memberikan sisa kelebihan uang yang didpatkan dari sisa lelang rumah kepada nasabah.

Dikenakan Pinalty Apabila Melunasi Lebih Cepat

Apabila nasabah mempunyai rezeki yang lebih dan kemudian bermaksud untuk mempercepat melakukan pelunasan cicilan rumah tersebut, maka nasabah akan dikenakan biaya penalty. Ya, Betul. Akan dikenakan biaya penalty jika Anda melunasi lebih cepat, atau istilah umumnya “denda “ karena ketidak patuhan membayar selama jangka yang disepakati.

Kalau sudah begini, maka Anda sendiri lah yang dirugikan, mundur kena maju kena, seharusnya pihak bank senang karena lebih cepat dari perkiraan. Hal ini memang terdengar lucu namun itulah fakta sebenarnya.

Itulah 5 hal yang wajib Anda ketahui sebelum mengajukan KPR Konvensional, memang terasa merugikan dari pihak nasabah. Lantas bagaimana kalau di lihat dari sisi pihak Bank, untuk hal ini tidak usah ditanyakan lagi, yang jelas pihak Bank tidak akan mau menanggung kerugian Anda.

Sekedar catatan, bahwa ke lima hal tersebut bisa Anda rasakan secara logika, materi maupun secara emosional. Belum lagi membicarakan betapa ngerinya dosa yang ditanggung karena Riba. Naudzubillah..

Jadi Bagaimana setelah mengetahui informasi ini, apakah masih mau KPR Konvensional ? Yuk kita Hijrah….

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares